Winter in Heaven

Titik Kosong – Winter in Heaven (WIH), sebuah grup musik yang digagas Zavier bersama dengan teman-temannya. Grup musik yang menjadi bagian dari relasi rumit Spektrum di Genggang Senja.

Untuk memudahkan imajinasi kalian, bayangkan saja mereka adalah personil One Direction.

Winter in Heaven 1
Sumber gambar: bbc.co.uk

Siang itu mereka pulang sekolah bersama. Ke rumah Zavier. Latihan musik di halaman belakang rumahnya yang dijadikan base camp kelima anak aneh itu. Sudah menjadi rutinitas setiap hari Rabu.

Kenapa harus di rumah Zavier? Bukan di studio musik saja? Kalau kata Melvis, latihan di alam terbuka itu lebih nyaman, relax. Apalagi orang tua Zav mendukung, jadi tidak perlu takut dimarahi kalau brisik. Lain dengan Lucas, faktor makanan yang jadi alasan utama. Baru datang langsung disodori jus, belum ada lima menit cemilan sudah numpuk di meja. Kalau pun latihannya sampai malam tidak mungkin akan kelaparan. Hidangan di meja makan sudah menunggu untuk disantap. Tidak perlu sungkan. Keluarga Zavier sudah sangat welcome dengan mereka.

Persahabatan yang mereka ukir lima tahun lebih sudah membuat orang tua Zavier, Tuan Albert dan Nyonya Rosell, percaya penuh dengan keempat pemuda tadi. Hampir setiap selesai latihan mereka makan malam bersama. Mengobrol bersama. Tak heran Neville dan Lucas yang jauh dari orang tua sudah menganggap orang tua Zav sebagai pengganti orang tua mereka di Brazil. Kebersamaan membuat mereka betah di rumah Zavier.

Intip juga:  Kebersamaan yang Mungkin Akan Segera Berakhir

Nah kalau Hazzell jangan ditanya lagi alasannya. Dia yang paling ngebet latihan di rumah Zavier dan paling sulit kalau diajak pulang.  Nyamuk pun tau, Agnella lah alasannya. Kalau sedang latihan dia sering memandang balkon kamar gadis mungil itu. Berharap seseorang melihat dari atas sana. Salah lirik saat bernyanyi sudah biasa kalau sedang salah fokus.

“Wooy, Agnella belum pulang!!! Sia-sia kamu liatin balkon terus.” Teriakan Zavier mengagetkan Hazzell yang masih terus mengintai ke arah balkon kamar Agnella.

“Kenapa baru bilang sekarang? Capek ni mata.” Hazzell menepuk bahu Zavier cukup keras.

“Hahaha, salah siapa lihatin balkon kamar adikku sampai segitunya.”

“Stooop! Waktunya latihan.” Melvis mengalihkan pembicaraan. Dia sudah siap dengan gitar bass-nya. Lucas bersiap dengan gitar kesayangannya. Jari-jari lincah Neville sudah terpasang rapi pada keyboard. Zavier mulai meraih stick drum dan ambil posisi. Sementara Hazzell stand by di dekat mikrofon sambil memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk mulai merangkai nada.

Latihan kali ini “Winter in Heaven”, nama band mereka melantunkan lagu Secondhand Serenade yang berjudul “Fall for You”. Manis sekali Hazzell dalam menyanyikannya.  Mereka sedikit memberi warna yang berbeda dalam lagu itu. Menjadikan lagu yang tadinya sudah indah menjadi semakin luar biasa enak didengar.

Setelah lagu itu selesai, terdengar tepukan tangan mungil yang hanya berjarak beberapa meter di belakang mereka.

Intip juga:  Kisah Cinta dan Perbedaan: Tak Akan Ada Matahari

“Agnella,” kata Hazzell lirih sambil melempar senyum kearah gadis yang memiliki pipi chubby itu.

“Hebat Kak. Neville bagus banget main keyboardnya,” puji Agnella dengan lugunya, tanpa dia tahu ada yang tidak puas dengan ucapannya tadi. Dingin. Cuek. Jutek. Bagitulah sikap dia terhadap Hazzell. Wajar. Hazzell selalu mengganggunya dengan alasan yang kurang penting untuk anak seumuran Agnella.

“Suaraku baguskan, Lla?” Hazzell bertanya diiringi mata genitnya.

“Iya,” jawaban singkat dari Agnella sudah cukup membuat Hazzell jingkrak-jingkrak tidak karuan.

“Lalla mau belajar keyboard lagi?” Neville tersenyum manis untuk gadis itu. Agnella membalas dengan senyum tipis.

“Nanti belajar sama kak Vencel saja. Selamat latihan.” Gadis itu meninggalkan taman. Pandangan Hazzell benar-benar tidak teralihkan sampai Agnella tidak terlihat.

“Adik gue emang cantik. Udah nggak usah dilihatin terus.”

“Ah. Aku ingin dia cepet dewasa. Lalu kita menikah.”

“Gila kamu Hazz! Enak saja! Aku tidak akan rela!”

“Menikah tanpa restu seorang kakak? Hahaha. Bukan masalah.”

Melvis dan Lucas tertawa kecil mendengar hayalan gila Hazzell. Sedangkan pikiran Nev melayang sampai ke negeri Ratu Elisabet. Fiorensaa… kamu sudah punya pacar belum sayang? Maaf kakak tidak bisa menjagamu seperti apa yang selalu Zav lakukan untuk Agnella. Maaf kakak tidak bisa melindungi kamu dari cowok-cowok genit di London sana.


Chapter 1 (lanjutan) – Spektrum di Genggang Senja


Feature image source: liputan.com

Share this:

Kavylla Devy

Pengagum bahasa yang masa kecilnya lebih banyak dilalui untuk bercinta dengan Matematika.

8 thoughts on “Winter in Heaven

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *