Hari Itu, Matahari Menyapa London dengan Manisnya

Titik Kosong – Hari ini, ada matahari indah yang menyapa London. Matahari yang berbeda dari biasanya. Tapi aku hanya bisa diam saja. Bahkan sepatah kata pun tidak bisa aku ucapkan untuk menyambut matahari itu. Aku terlalu gugup saat melihatnya. Tapi, ya, aku ingin melihat matahari itu lagi. Meski dengan rasa gugup yang sama.

Hari Itu, Matahari Menyapa London dengan Manisnya 1
Sumber gambar: outlookindia.com

“Kamu ingin menelpon, Neville?” tanya Elmo kepada Fiorensaa.

“Video call di Skype saja,” jawab Fiorensaa singkat.

“Ya sudah, kita ke kamarku sekarang.”

Mereka berjalan ke kamar, menyalakan laptop, lalu mulai menelpon kakak sulungnya itu.

Di saat yang sama, Neville sedang ada di rumah Zavier usai latihan. Handphone-nya berdering tepat saat dia duduk beristirahat. Neville bergegas menerima panggilan video itu ketika tahu Elmo lah yang menghubunginya.

“Hiii,” suara girang Neville membuka percakapan.

“Kakaaaak,” teriakan Fiorensaa dalam panggilan video itu membuat teman-teman Neville menoleh kepadanya.

“Siapa, Nev?” tanya Zav sepontan.

“Adikku, Fiorensaa. Jawab Neville tanpa memandang Zav, karena sibuk menatap adik-adiknya.

Zav lantas berjalan ke arah Neville memenuhi rasa ingin tahunya. Jelas dia ingin melihat siapa yang ada di balik suara tadi.

“Cantik,” bisik Zav lirih kepada rekan-rekannya yang membuat mereka semua mendekat. Tanpa dikomandoi, mereka semua memberi sapaan kepada adik-adik Neville yang terlihat di panggilan video.

Intip juga:  Gadis Pencemburu

Obrolan pun menjadi ramai setelah itu. Neville mengenalkan adik-adiknya kepada rekan-rekannya. Ini memang kali pertama mereka melihat saudara-saudara Neville secara langsung dalam sebuah panggilan video. Biasanya hanya dalam foto-foto saja.

Pada waktu yang sama, Agnella turun dari kamarnya. Dia mendengar ada kegaduhan di bawah.

“Ada apa?” tanya Agnella penasaran ketika turun dari tangga.

“Sini, Lla. Kenalan dengan adik-adiknya Neville,” ajak Hazzell sambil menghampiri gadis itu.

“Fiorensaa?” tanya Agnella lagi.

“Iya, cantik sepertimu,” jawab Zavier yang lagi-lagi memuji kecantikan Fiorensaa.

“Hello, Fiorensaa,” sapa Agnella begitu bergabung bersama yang lain di panggilan video itu. “Neville banyak cerita tentangmu,” tambahnya.

“Dia Agnella, adik temanku,” terang Neville, mencoba menjelaskan kepada Fiorensaa.

“Hi Agnella,” jawab Fiorensaa dengan ramah. Ada juga Elmo yang saat itu terlihat sedang tersenyum lugu kepada Agnella.

“Kalau yang lelaki itu Elmo, Lla,” gantian Neville menjelaskan kepada Agnella.

Agnella hanya tersenyum. Dan senyum itu dibalas lagi oleh Elmo. Tapi jangan tanyakan ekspresi Hazzell saat itu.

“Boleh aku minta email Fiorensaa?” Agnella lantas mengalihkan pembicaraan. “Mungkin kita bisa berkirim surat di sana agar lebih saling mengenal,” tambah gadis mungil itu sambil tersenyum manis.

“Tentu saja,” jawab Fiorensaa yang kemudian memberitahu alamat emailnya kepada Agnella. Dengan sigap Agnella mencatat alamat email itu dan mengucapkan salam perpisahan kepada kedua adik Neville sebelum kembali ke kamarnya.

Intip juga:  Bocah Cilik Nanging Tekate Gedhe

Sejak saat itu Agnella dan Fiorensaa kerap berkirim surat. Mereka menjadi teman pena yang semakin hari semakin akrab saja.

Elmo? Kita lihat saja nanti.


Chapter 3 (Lanjutan) – Spektrum di Genggang Senja


Feature Image Source: allinlondon.co.uk

Share this:

Kavylla Devy

Pengagum bahasa yang masa kecilnya lebih banyak dilalui untuk bercinta dengan Matematika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *