Alban Lafont, Talenta Baru Penjaga Gawang Prancis

Titik Kosong – Talenta baru di posisi penjaga gawang muncul dalam diri Alban Lafont. Penampilan cemerlang bersama Toulouse dan kepindahannya ke Italia bersama Fiorentina di usia masih cukup muda, membuat nama Lafont digadang-gadang menjadi penjaga gawang hebat bagi timnas Prancis kelak.

Alban Lafont, Talenta Baru Penjaga Gawang Prancis 1
Sumber gambar: akhayar.com

Alban Lafont adalah pemain kelahiran Ouagadougou, Burkina Faso, 23 Januari 1999. Akan tetapi sejak kecil Lafont memilih tinggal di negara asal ayahnya, Prancis. Memulai karir sepakbola bersama klub amatir, AS Lattoise, bakatnya tercium oleh klub profesional Toulouse. Bersama salah satu kontestan Ligue 1 tersebut perjalanan karirnya dimulai.

Pada 2015, Toulouse memberikan debut bagi Lafont diusia 16 tahun dan 310 hari, menjadikannya sebagai penjaga gawang termuda yang bermain di Ligue 1. Penampilan yang apik membuatnya langsung menjadi pilihan utama. Bahkan nama Lafont masuk daftar best U-20 player yang dirilis La Gazzetta dello Sport, disejajarkan dengan penjaga gawang muda AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

Tantangan Baru Di Italia

Setelah bermain lebih dari 100 pertandingan bersama Toulouse, Lafont memilih menerima tawaran dari Fiorentina pada Juli 2018. Menurut L’equipe, dana sekitar 7 juta euro ditambah bonus sekitar 1,5 juta euro diterima Toulouse sebagai mahar transfer. Bersama Fiorentina, Lafont langsung menjadi pilihan utama dibawah mistar gawang.

Intip juga:  Metafora Milan dan Cinta

Dengan munculnya nama Alban Lafont, Prancis tidak akan kehabisan bakat penjaga gawang. Lafont memang belum menerima caps bersama timnas senior Prancis, tetapi dia sudah bermain untuk timnas Prancis U-16 sampai U-20. Melihat penampilannya yang terus meningkat, mungkin tinggal menunggu waktu saja bagi Lafont memulai debut senior bersama timnas Prancis.

Generasi Baru Prancis

Prancis memang memiliki deretan penjaga gawang hebat, mulai dari nama Joel Bats, Bernard Lama, Fabian Barthez yang menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa, Gregory Coupet, dan yang terakhir adalah Hugo Lloris yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Artinya dari masa ke masa posisi penjaga gawang Prancis selalu mempunyai sosok hebat.

Tentunya hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi penjaga gawang muda Prancis seperti Lafont. Memang untuk menyamai pencapaian nama-nama legendaris di atas masih cukup panjang. Tetapi, dengan pengalaman yang didapatkan di usia yang saat ini masih 20 tahun dan sudah bermain di banyak pertandingan, bukan tidak mungkin talenta penjaga gawang Prancis yang bersinar selanjutnya adalah dirinya, Alban Lafont.


Feature image source: vi.nl

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *