Peduli Apa dengan Nikah Muda dan Nikah Tua?!

Titik Kosong – Apakah ada juga di antara kalian yang tidak peduli dengan nikah muda dan nikah tua? Jika YA, itu berarti kalian sama seperti saya. Kenapa? Begini alasan saya.

Peduli Apa dengan Nikah Muda dan Nikah Tua
Sumber gambar: fordeabbey.co.uk

Saya tidak meminta kalian untuk menyeragamkan pendapat dengan saya. Di sini, saya hanya ingin mengungkapkan ketidakpedulian saya terhadap dua hal yang sudah disebutkan tadi. Ya, nikah muda dan nikah tua.

Sebenarnya semua ini hanya mempersoalkan waktu saja. Kedua istilah itu pun muncul karena perbedaan usia ketika seseorang melangsungkan pernikahan. Ada yang menikah ketika masih belia dan ada juga yang menikah ketika sudah berumur, atau secara frontal disebut sudah “tua” (di atas usia rata-rata orang menikah pada umumnya).

Peduli Apa dengan Nikah Muda dan Nikah Tua 1
Sumber gambar: hevercastle.co.uk

Ketidakpedulian dengan hal ini bukan bermakna tidak setuju dengan istilah yang dipakai itu, melainkan hanya tidak tertarik untuk mengunggulkan salah satu dari keduanya. Alasannya sederhana, yaitu kerena keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan saya yakin kita semua sudah memahami sekalipun tidak saya jelaskan lagi.

Semua hal yang ada di dunia ini selalu hadir dengan dua sisi. Tergantung kita mau melihat dari sudut pandang yang mana dan bagaimana. Sisi positifnya atau negatifnya. Kelebihannya atau kekurangannya. Manfaatnya atau bahayanya. Dampak baiknya atau buruknya.


Baca juga:
Memilih Pendamping Hidup


Saya sudah tidak ingin mempersoalkan tentang nikah muda dan nikah tua lagi. Karena bagi saya, kedua istilah itu sudah tercakup dalam istilah “menikah di waktu yang tepat” dan setiap orang memiliki versi tersendiri tentang ketepatan waktu itu. Pun bagi mereka yang kebetulan menikah di usia rata-rata orang menikah pada umumnya. Semuanya tepat sesuai versinya.

Intip juga:  Kombinasi Perasaan dan Logika dalam Mencintai

Bahkan sesuatu yang sudah umum di masyarakat saja bisa jadi tidak cocok jika diterapkan dalam hidup kita. Usia rata-rata orang menikah yang sudah banyak menjadi contoh di masyarakat bisa jadi juga tidak sesuai dengan diri kita dan keadaan kita. Maka tidak perlu berpatokan dengan apa-apa dalam menentukan hal ini. Semua itu tepat bagi mereka, tetapi belum tentu tepat untuk kita. Maka buatlah itu tepat dengan versimu sendiri.

Mulai sekarang, jika kita melihat orang menikah, tidak perlu lagi mempersoalkan mereka menikah di usia muda atau tua. Tidak perlu pula ikut mengurusi dan mencari celah kelemahan dari pernikahan mereka yang datang terlalu cepat atau terlalu lambat. Karena sekarang yang ada hanya menikah di waktu yang tepat. Bukan tepat karena sesuai usia rata-rata orang menikah pada umumnya, tetapi tepat karena waktu itu memang pas sesuai versi kita masing-masing.


Feature image source: seatoskygondola.com

Share this:

Kavylla Devy

Pengagum bahasa yang masa kecilnya lebih banyak dilalui untuk bercinta dengan Matematika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *