Sajak untuk Galata

Sajak untuk Galata

Pasung diri batasi langkah sang mimpi
Tatapya jatuh, lusuh, penuh keluh
Ia menggenggam harap yang tak lagi tegap
Cerai dengan patahan asa yang mulai sirna
Mati bersama pupus melati yang tak lagi wangi

Sediam angan yang tak jadi terbang,
geraknya semu tak beranjak,
pijaknya lesu tak berjejak
Ia buta warna dunia
Silau juga pada terang sinarnya

Panggilan Galata hanya jadi suara tak berguna
Lambainya ada untuk dibalas dengan abai saja
Hayalnya sudah hancur
Bayangnya sudah mundur
Lembaran cita kini tergilas tanpa ukiran tinta
Kusut kasau, kosong, dan hampa

-Kev-
Jogja, Februari 2019

View this post on Instagram

#Puisi – titikkosong.net

A post shared by Titik Kosong (@titik_kosong8) on


Baca juga:
Malam Berkabut
Raga yang Kosong (Sebuah Puisi Kematian)


Feature image source: flickr.com

Share this:
Intip juga:  Kenapa Harus Ada Cinta yang Terpendam?

Kavylla Devy

Pengagum bahasa yang masa kecilnya lebih banyak dilalui untuk bercinta dengan Matematika.

2 thoughts on “Sajak untuk Galata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *