Tentang Luka yang Tak Kunjung Sembuh

Titik Kosong – Tentang luka, yang kau tahu sulit untuk kusembuhkan. Ketahuilah, bahwa di sini, aku masih menyimpan sakit yang sama. Tanpa berharap lagi kau yang menyembuhkannya.

Luka Hati
Sumber gambar: wallup.net

Tentang luka.

Sore itu, matahari bersembunyi di balik gedung-gedung pencakar langit. Cahanya dapat kita lihat melalui celah-celah yang masih ada. Pada sore hari itu pula, daun-daun berguguran menjadi bagian dari bingkai cerita kita.

Sayang sekali, sore itu tidak ada kamera yang dapat mengabadikan momen itu. Tapi kamu tidak tau, sesuatu yang lebih canggih turut serta di sana, itu hatiku, yang mengingat setiap detail cerita.

Aku menyayangkan kenapa aku yang biasanya kuat menjadi lemah sore itu, di hadapanmu, saat kata demi kata melengkapi pertemuan kita. Bisakah kita tidak bertemu saja? Oh iya, bodoh sekali aku bisa lupa, kita tidak bisa mengulang waktu.

Kenapa harus kau yang menggores luka?

Hanya saja, kenapa harus kita? Kenapa harus kau dan aku? Kenapa harus kau yang menggores luka? Sore itu kau memulainya. Kau mulai cerita baru diantara kita. Sayangnya, kau memulainya dengan luka, luka pada hati yang pandai merekam setiap kejadian, setiap emosi, dan setiap rasa.

Masih di sore yang sama, kau tidak tau apa yang terjadi, kan? Saat tubuhku membalik membelakangimu untuk beberapa menit dan kau masih sibuk dengan ocehanmu, kalimat-kalimatmu itu yang sampai sekarang mengikuti langkahku kemanapun aku pergi. Boleh kukatakan kami berteman dekat? Ah, tidak. Kalimat itu berhubungan denganmu dan aku tidak menyukainya.

Intip juga:  Kisah Cinta dan Perbedaan: Tak Akan Ada Matahari

Hari ini dengan sore yang berbeda.

Aku tidak terlalu memperhatikan dibalik apa matahari bersembunyi. Juga tidak memeriksa dedaunan sedang berguguran atau tidak. Aku terkurung bersama hatiku, bentuk hatiku sama seperti saat menghabiskan sore bersamamu. Astaga, sulit sekali menggambarkan perasaan ini.

Yang aku tau kau tidak banyak berubah sejak terakhir kali kita bertemu. Kita di tempat yang sama, tapi aku tidak tau apakah kau bertambah tinggi. Tidak tau apakah senyummu berubah. Kita di tempat dan urusan yang sama. Kita di sana tapi tak ingin saling bertatap.

Yang aku tau, kau tidak banyak berubah. Nada bicaramu terdengar sama dengan yang ku dengar beberapa tahun lalu. Masih seperti itu. Mungkin, sekali lagi ku dengar, suaramu bisa menarikku dengan paksa mendalami cerita penuh luka.

Yang tidak kupahami, begaimana luka ini tidak hilang ditelan waktu? Bagaimana bisa menjadi sedalam ini? Aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku harus bersembunyi di antara kesempatan-kesempatan yang bisa membuat kita bertemu satu sama lain. Aku takut, takut pada mata itu. Tatapanmu sore itu. Itu kenapa aku membalik badanku. Karenamu.

Dan yang paling  aku tau dari sejumlah episode cerita kita, luka itu masih ada. Masih di sana dan entah kapan akan menemukan obatnya.

Share this:

Nur Salmah Dalimunthe

Writer dari Medan yang sedang menunggu "jemputan" ke USA.

3 thoughts on “Tentang Luka yang Tak Kunjung Sembuh

  • 16/03/2020 at 02:42
    Permalink

    This is really interesting, You’re a very skilled blogger.

    I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your excellent post.
    Also, I’ve shared your website in my social networks!

    Reply
  • 22/03/2020 at 10:27
    Permalink

    Long time supporter, and thought I’d drop a comment.

    Your wordpress site is very sleek – hope you don’t mind me asking what theme you’re using?

    (and don’t mind if I steal it? :P)

    I just launched my site –also built in wordpress like yours– but the theme slows (!) the site down quite a bit.

    In case you have a minute, you can find it by searching for “royal cbd” on Google (would appreciate any feedback) – it’s still in the works.

    Keep up the good work– and hope you all take care of yourself during the coronavirus scare!

    Reply
    • 26/03/2020 at 20:31
      Permalink

      Hi Justin, thanks for visiting. About the theme, I’m using ColorMag by ThemeGrill now. 🙂
      Anyway, good luck for your new site.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *