Mitos Kebun Raya Bogor

Titik Kosong – Kebun Raya Bogor merupakan salah satu tempat destinasi liburan di kota Bogor yang memiliki banyak keindahan di dalamnya. Tempat wisata ini memiliki fauna dan flora yang mengagumkan. Selain itu, Kebun Raya Bogor juga menyimpan sejumlah mitos yang mencengangkan. Tidak jarang, hal ini juga yang membuat wisatawan lokal dan asing tertarik mengunjungi tempat wisata yang indah di kota Bogor tersebut.

Mitos Kebun Raya Bogor
Sumber Gambar: jakarta.tribunnews.com

Bagi anda yang ingin mencoba mampir ke kota hujan, sebaiknya Anda mengunjungi lokasi kebun Raya Bogor yang menyimpan beberapa mitos, yang mungkin sebenarnya sulit dipercayai terutama tentang cinta. Langsung saja bisa Anda simak artikel menarik berikut ini.

Beberapa mitos yang ada di Kebun Raya Bogor misalnya mitos pohon jodoh atau mitos tentang jembatan merah yang mungkin pernah Anda dengar. Mitos jembatan merah sendiri ini konon katanya jika kita melewati jembatan ini hubungan kita dengan pasangan bisa berakhir setelah pulang dari jembatan merah ini. Sedangkan pohon jodoh yang konon katanya bisa mendapatkan jodoh ini, merupakan tempat pencarian jodoh oleh beberapa orang.

Mitos Kebun Raya Bogor

Jembatan Merah

Menurut pengalaman beberapa teman, memang kebenaran tentang tidak bolehnya kita melewati atau mengabadikan foto di sekitar jembatan merah ini membuat hubungan pacaran menjadi putus.

Intip juga:  Cara Memutihkan Wajah dengan Aman

Percaya atau tidak percaya memang sebaiknya kita tidak perlu mengunjungi jembatan gantung ini. Entah dari mana asal mulanya mitos pertama kalinya tentang Jembatan Merah ini, menjadi salah satu tempat destinasi angker yang disebut-sebut menjadi tempat yang tidak boleh untuk dikunjungi untuk orang berpacaran di Bogor.

Pohon Jodoh

Pohon Jodoh sendiri sebenarnya adalah dua pohon yang berdekatan yang memiliki ukuran raksasa dan memiliki umur ratusan tahun. Jika diperhatikan dengan jelas, sebenarnya pohon ini adalah pasangan suami istri.

Yang membuat kedua pohon ini seperti pasangan suami istri adalah mungkin karena bentuk fisiknya. Yang satu berwarna hitam, lebih lebar sehingga terkesan tampan dan kekar dianggap sebagai sang “pria”. Sedangkan di sebelahnya dengan ukuran yang lebih langsing serta berwarna kekuningan adalah sang wanita.

Keduanya sebenarnya berasal dari dua spesies dan negara yang berbeda.

Kedua Pohon Jodoh ini berasal dari dua wilayah/negara yang berbeda meskipun sebenarnya kedua spesies ini banyak ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara. Keduanya berukuran raksasa karena bisa mencapai ketinggian 50-80 meter. Bahkan sang pohon wanita, meskipun lebih langsing tetap saja sangat besar.

Disebut-sebut dapat mendapatkan jodoh di pohon ini, banyak orang yang penasaran dengan lokasi ini. Membuat para single dan yang sudah berpacaran mengunjungi pohon ini.

  • Jika Anda single maka anda akan mendapatkan jodoh di pohon ini.
Intip juga:  Desa Adat Tenganan Pegringsingan di Bali

  • Jika Anda berpacaran atau tunangan biasanya hubungan akan awet bila duduk bersama pasangan di sekitar pohon ini.

Makam Keramat

Ada 4 makam keramat yang merupakan tokoh dari kerajaan pajajaran yaitu makam Ratu Galuh, Mbah Jepra, Mbah Baul dan Solendang Galuh Pangkuan. Makam yang berumur 600 tahun ini sering dikunjungi beberapa orang. Mulai dari ziarah biasa hingga tempat permintaan. Serta konon dijaga oleh harimau putih yang tak kasat mata.

Entah, benar atau tidaknya karena hanya mitos semata tetapi makam ini tetap dijaga oleh juru kunci di kebun raya Bogor tersebut.

Mitos di Kebun Raya Bogor tak harus kita percayai, karena terkadang belum tentu kebenarannya. Tetapi, kami bagikan untuk sekedar menambah wawasan saja. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang belum mengetahuinya. Terima kasih telah membaca artikel ini.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *